Tips Jual Beli Rumah Di Bali Agar Aman

Jual beli rumah merupakan hal yang sangat hati-hati untuk anda lakukan, baik agar bisa terhindar dari penipuan, juga bisa terhindar dari harga yang sangat merugikan. Maka dari itu anda perlu untuk mengetahui beberapa tips jual beli rumah di bali yang harus anda perhatikan.  Bali merupakan salah satu kota tujuan wisata yang banyak sekali di kunjungi oleh pendatang maupun penduduk lokal. Keindahan kota bali sudah tentu tak bisa anda ragukan lagi. Namun tak heran apabila untuk memiliki rumah di kota bali juga bukan cara yang mudah. Terlebih juga di karenakan oleh mahal nya harga tanah yang terletak di pulau dewata tersebut. Sehingga dengan memiliki rumah di bali bisa menjadi salah satu pilihan anda yang bukan hanya sekedar untuk di huni namun juga bisa anda jadikan sebagai ladang investasi apabila anda memiliki modal yang cukup. Berinvestasi rumah di bali tentu sangat jauh dari kata rugi, karena bali merupakan salah satu kota yang tak pernah mati. Banyaknya wisatawan yang datang bergantian membuat rumah hunian di bali juga banyak sekali di cari. Baik hanya untuk sekedar singgah dalam waktu yang sebentar atau juga bisa untuk tinggal beberapa saat namun tak menetap. Sehingga berikut tips untuk anda yang ingin melakukan transaksi jual beli rumah di bali.

  1. Pastikan bahwa orang yang akan menjual rumah di bali merupakan orang yang memegang hak kuasa atas rumah tersebut, dan hal ini bisa anda cek pada sertifikat yang akan ia perlihatkan. Jika nama yang menjual tidak sesuai dengan yang ada di sertifikat dan banyak sekali alasan lain yang ia berikan maka sebaiknya anda berfikir ulang lebih dulu. dan jangan terburu-buru. Karena bisa jadi yang menjual rumah tersebut merupakan ahli waris, dan hal ini juga harus anda telusuri lebih dalam apabila anda sudah sangat tertarik dengan rumah yang di tawarkan
  2. Kemudian anda juga tidak bisa membeli tanah di luar wilayah anda, sebagai contoh yakni apabila anda tinggal di pulau jawa, namun ingin membeli tanah pertanian yang ada di bali maka hal ini tidak akan di perbolehkan, karena anda akan melanggar kepemilikan tanah absente
  3. Perhatikan apakah anda sudah melebihi batas maksimum untuk memiliki tanah atau belum? Karena sudah ada aturan yang di tetapkan bahwa setiap orang hanya bisa memiliki tanah dengan luas 2 hektar saja.
  4. Kemudian sebelum melakukan transaksi jual beli rumah anda juga harus memperhatikan yang namanya SHGB. Pastikan bahwa jangka waktu SHGB tersebut belum berakhir atau belum jatuh tempo pembayaran. Karena jika anda mendapati SHGB yang sudah mau jatuh tempo maka anda bisa saja merugi
  5. Kemudian anda juga harus memperhatikan apakah diatas tanah tersebut ada hal yang lebih tinggi, jika memang ada maka anda harus melakukan izin lebih dulu pada pemegang hal pengelolaan tanah tersebut
  6. Dan yang terakhir yakni pastikan bahwa rumah yang akan anda beli bukan merupakan rumah yang telah menjadi jaminan kredit dan juga belum di lakukanya penghapusan ROYA. Sehingga dengan demikian maka nda bisa untuk meminta surat ROYA dan juga surat LUNAS dari si penjual, agar nantinya rumah tersebut bisa segera di balik nama menjadi nama anda sebagai pemilik sah selanjutnya.

Itulah kiranya beberapa hal yang harus sangat anda perhatikan serta pertimbangkan sebelum anda ingin membeli rumah atau juga sebelum ingin melakukan transaksi jual beli rumah di bali . Dalam transaksi jual beli rumah sendiri memang yang harus di tekankan untuk berhati-hati yakni pihak yang akan membeli rumah tersebut. Karena ia lah yang akan menjadi penerus sebagai pemilik rumah selanjutnya yang sah. Dan sebelum itu anda juga harus mengetahui seluk beluk si pemilik rumah tersebut seperti misalnya yang akan berkaitan dengan urusan surat menyurat serta hak-hak yang ada. Apakah rumah tersebut memang baik dijual atau rumah tersebut malah masih menjadi sengketa perebutan harta  gono gini.  Sedangkan pada umumnya data yang akan di gunakan untuk melakukan jual beli rumah diantaranya yakni seperti KTP suami isteri baik di pembeli dan juga si penjual yang bersangkutan memiliki hak atas rumah yang akan di jual. Kemudian fotokopi KK, kemudian NPWP yang akan anda gunakan untuk membayar pajak. Kemudian surat WNI yang mana apabila di temukan nama aing maka bisa segera anda urus ke kantor pertanahan. Dan yang terakhir yang wajib ada yakni surat ganti nama kepemilikan yang sah menurut badan hukum. Karena poin akhir yang akan di lakukan setelah melakukan transaksi jual beli rumah yang adanya surat ganti nama kepemilikan.